ku kirimkan keresahan kepadanya
saat ia ingin terjunam mencium laut
aku teriakkan akan keresahan hatiku
dan angin yg bertiup ke barat... aku yakin..pesanku ada bersamanya
.........nyanyian angin yg sengaja melintas di atas telinga ku...seperti mentertawakan ku,
...sayang...
sepertinya matahari tidak memperdulikan aku kerna sang angin tak henti mengusikku
dan aku yang keresahan ingin menyatakan kepadamu
..walau jasadku dihiris belati.
..walau hatiku seribu kali dilukai..
..walau jantungku tak ku temui.
aku rela semua itu.......demi kemaafanmu kepadaku
Saya ingin menulis segala-galanya yang saya rasakan patut saya luahkan dan kongsikan dgn rakan-rakan~
Jumaat, 7 Mei 2010
Selasa, 4 Mei 2010
patung lorong sinsuran kota kinabalu
wajahnya,
menggambarkan kemurungan dan kekeliruan dirinya sendiri
diiringi ketat pemaisurinya.......dia masih murung dan selalu murung
aku yang selalunya ingin melihat dia tersenyum
terkadang merasa hampa melihat kekeliruannya sendiri,
dan pagi ini...
di lorong-lorong sinsuran ini
aku melihatnya lagi..tanpa air mata....jelas dia menangisi sesuatu
sesuatu yang mungkin sangat berat di hatinya
dan aku seperti kebiasaannya.. ingin tahu dan mengerti
apa sebenarnya yang menghantui jiwanya sampai terlihat dari garis lekuk matanya
...dan seperti kebiasaanya juga....dia tidak akan menjawab biar seribu kali aku bertanya
"aku ini kawanmu dan aku berhak tau apa yang terjadi keatas kamu, fahamkah kamu"
"bapamu berpesan kepada aku supaya aku menjaga kamu, nah sekarang ceritakan keadaanmu"
berbagai soalan yang aku ajukan kepadanya
dan hanya satu jawabannya..jawaban yg mendatangkan perasaan keinsafan,,
"aku seadanya begini....dan kamu patut bertanya pada dirimu , adakah kamu masih normal kerna berbicara denganku?"
menggambarkan kemurungan dan kekeliruan dirinya sendiri
diiringi ketat pemaisurinya.......dia masih murung dan selalu murung
aku yang selalunya ingin melihat dia tersenyum
terkadang merasa hampa melihat kekeliruannya sendiri,
dan pagi ini...
di lorong-lorong sinsuran ini
aku melihatnya lagi..tanpa air mata....jelas dia menangisi sesuatu
sesuatu yang mungkin sangat berat di hatinya
dan aku seperti kebiasaannya.. ingin tahu dan mengerti
apa sebenarnya yang menghantui jiwanya sampai terlihat dari garis lekuk matanya
...dan seperti kebiasaanya juga....dia tidak akan menjawab biar seribu kali aku bertanya
"aku ini kawanmu dan aku berhak tau apa yang terjadi keatas kamu, fahamkah kamu"
"bapamu berpesan kepada aku supaya aku menjaga kamu, nah sekarang ceritakan keadaanmu"
berbagai soalan yang aku ajukan kepadanya
dan hanya satu jawabannya..jawaban yg mendatangkan perasaan keinsafan,,
"aku seadanya begini....dan kamu patut bertanya pada dirimu , adakah kamu masih normal kerna berbicara denganku?"
Isnin, 28 Disember 2009
i love you
'i love you.'
kepeda siapa?
hehehe......
hehehehe..
hehehehe...
hehehehe...kepada kamu dan bayangmu
maafkan aku ...hehehehe
hehehe
hehehe
kerna menyintaimu,,
kepeda siapa?
hehehe......
hehehehe..
hehehehe...
hehehehe...kepada kamu dan bayangmu
maafkan aku ...hehehehe
hehehe
hehehe
kerna menyintaimu,,
meronta
jiwaku meronta,
mendengar kisah lampauku sendiri..
jiwaku meronta,
melihat belakang dan kiri hidupku,
mendengar kisah lampauku sendiri..
jiwaku meronta,
melihat belakang dan kiri hidupku,
diriku
ku kumpulkan keyakinan ku,
bertahun-tahun lamanya,,,,,
untuk bertemu malaikat dan syaitanku
arggggggggg...
ku seru diriku...ku minta diriku
ku banggakan diriku..ku hinakan diriku
sampai aku...jadi roh
bertahun-tahun lamanya,,,,,
untuk bertemu malaikat dan syaitanku
arggggggggg...
ku seru diriku...ku minta diriku
ku banggakan diriku..ku hinakan diriku
sampai aku...jadi roh
aku kesenjaan
aku kesenjaan..
di penghujung siang ini,
aku menghitung detik
sampai saat malam menjumput
sampai saat siang akan ku tinggalkan,
di penghujung siang ini,
aku menghitung detik
sampai saat malam menjumput
sampai saat siang akan ku tinggalkan,
Langgan:
Catatan (Atom)